Dispusip Bantul Adakan Penilaian Perpustakaan Desa Bawuran

15 Agustus 2018
Administrator
Dibaca 104 Kali
Dispusip Bantul Adakan Penilaian Perpustakaan Desa Bawuran

LensaBawuran - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantul mengadakan lomba perpustakaan desa di seluruh desa di Kabupaten Bantul. Desa Bawuran sendiri mendapat jadwal pemeriksaan dan penilaian pada Selasa (14/8/2018) bertempat di Perpustakaan Desa "Jendela Dunia" di kompleks Kantor Lurah Desa Bawuran. Tim yang hadir berjumlah 6 orang dari Dispusip Bantul, didampingi 1 orang dari Kecamatan Pleret. Tim disambut langsung oleh Harmawan selaku Lurah Desa Bawuran, Isnandar Hadi, S.H. selaku Carik Desa Bawuran, Hj. Supriyati selaku pembina Perpustakaan Desa "Jendela Dunia" sekaligus menjabat Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum di Pemerintah Desa Bawuran, didampingi anggota pelayanan perpustakaan yang berasal dari Karang Taruna Desa Bawuran.

Dalam sambutannya, Harmawan mengucapkan selamat datang dan berterima kasih atas kedatangannya, tidak lupa menyampaikan bahwa Perpustakaan Desa Bawuran spesial, karena masih menggunakan ruangan di Puskesmas Pembantu yang ada di dalam Kompleks Kantor Lurah Desa Bawuran. Hal ini dikarenakan gedung maupun ruangan masih dalam tahap pembenahan, oleh karena itu, Perpustakaan Desa dialihkan sementara. Perpustakaan Desa mampu berjalan karena berpijak pada semangat untuk penataan dan entry data ke komputer sampai lembur. Di samping itu, telah dilaksanakan pula kegiatan berupa sosialisasi, dan kerjasama pada institusi pendidikan yang ada di sekitar Perpustakaan Desa. Dalam penilaian ini, Harmawan juga memohon maaf dalam hal menyambut maupun mengarahkan acara, tidak lupa memohon bimbingan dan petunjuk untuk lebih memajukan Perpustakaan Desa Bawuran.

Dari Tim penilaian yang diwakili Eni Laksitowati selaku Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Bantul, menyampaikan beberapa hal yang ke depan segera untuk dilengkapi dan dibenahi. Adapun pengelolaan sudah lumayan dan Pemustaka juga sudah ada. Beberapa hal penting yang patut dievaluasi yaitu diantaranya, segera dibuat struktur organisasi, program kerja baik panjang-menengah-pendek. Perjanjian kerjasama hendaknya menjadi prioritas juga  dalam menjalankan Perpustakaan Desa (semisal MoU dengan Karang Taruna, Institusi Pendidikan, atau dengan Dispusip Bantul). Daftar hadir atau buku tamu tetap harus diperhatikan agar ada rekaman pengunjung yang dapat digunakan dalam menentukan statistik Perpustakaan Desa. Harus diperhatikan pula agar ruangan dapat dibedakan luar atau dalam. Agar lebih mendekati standar nasional, dapat melihat dan menerapkan 6 komponen standar nasional Perpustakaan. Disampaikan pula agar Pemerintah Desa menganggarkan untuk Perpustakaan Desa  untuk memajukan dan menambah minat baca dari masyarakat sekitar. (Adhy Irawan S.)